Modifikasi
motor Yamaha Nouvo di buat dengan menggunakan
konsep di samakan dengan sepeda Fixie. Yamaha Nouvo yang masih standar terlihat
sangat klasik, agar terlihat modis hanya perlu di custom saja. Paling dominan
adalah merubah warna asli yang awalnya berwarna abu-abu di rubah menjadi warna
kelir red candy dop plus silver di mulai dari batok kepala hingga sampai
buritan. Modifikasi motor juga di
lakukan dengan penambahan sekat dari serat fiber di tengah batok lampu. Hal ini
bertujuan agar cahaya lampu benar-benar terpisah. Modifikasi motor pada bagian jok sebagai tempat duduk menerapkan
jok model ceper berpunduk tipis.
![]() |
| Modifikasi Motor Yamaha Nouvo 2002 |
Kaki-kaki yamaha Nouvo juga ikut di
rombak, seperti pada bagian tabung sok breker depan yang asli milik dari Yamaha
di padu dengan pelek merek DBS Everace 1,40-17 dan beralaskan karet dari merek
Swallow 2,25-17. Pada bagian cakram di buat lebih lebar dan di ambilkan dari
merek Yokogawa. Untuk bagian kakai belakang menggunakan pelek dan ban dari
merek yang sama dan peredam gejut ganda di ambilkan dari merek Gaz”i yang
berpegang pada arm krom-kroman dan rumah CVT yang di cat red candy dop
menyesuaikan dengan bodynya.Untuk modifikasi
motor pada bagian knalpot menggunakan buatan dari R9 yang terkesan gahar
dengan kapasitas silinder yang pada awalnya sekitar 113,7 cc menjadi mempunyai
kapasitas sebesar 115 cc setelah mengganti paket blok silinder TDR dengan
ukuran piston yang mempunyai diameter sebesar 58,5 tanpa naik stroke.
![]() |
| Modifikasi Motor Yamaha Nouvo 2002 |
Asupan bahan bakar dari karbu standar
naik sekitar satu step baik untuk amin dan pilot jet. Untuk pengapian di
gunakan dari Cdi Fino. Sudut di bagian puli di bubut agar cepat saat buka dan
tutup. Dengan beberapa perubahan dan penambahan beberapa aksesoris membuat
Yamaha Nouvo yang awalnya klasik berubah menjadi lebih modis dan menarik. Modifikasi motor yang di kerjakan untuk
merubah Yamaha Nouvo memang cukup simple dan tidak banyak merombak mesin yang
asli.


0 comments:
Post a Comment - Back to Content