Modifikasi
motor Suzuki Skydrive menggunakan konsep low
rider. Gaya skubek low rider ini di rasa yang paling sesuai dengan bentuk motor
Suzuki skydrive. Hal ini di sebabkan olek karena skubek yang merupakan besutan
dari pabrik Suzuki ini memiliki bodi
yang lebih besar dan gambot di bandingkan dengan bodi standar motor matik yang
lain. Modifikasi motor dapat di
lakukan dengan mudah karena mulai dari bagian sayap depan motor hingga areal
dek mempunyai dimensi yang cukup besar. Dengan adanya dukungan dari bentuk bodi
yang lebih besar dan gambot, skydrive jadi lebih mantap kena sentuhan gaya low
rider. Modifikasi motor tidak
memerlukan tambahan unsur wide bodi karena motor matik skydrive sudah terlihat besar
dan berotot.
![]() |
| Modifikasi Motor Suzuki Skydrtive 125 |
Modifikasi
motor tahap awal yang di lakukan untuk motor
matik Suzuki Skydrive yaitu merubah bagian peer yang hanya di buatkan model
undur-undur atau breket dudukan mesin di buat lebih melar. Hal ini di lakukan
agar dapat menyerupai nuansa motor low rider yang di harapkan. Pada skydrive
ini bagian breket dudukan mesin di buat memiliki panjang sekitar 25 cm. Untuk
bagian kaki-kaki, roda di bagian depan mengaplikasikan pelek custom monoblok
depan dengan lebar pelek sebesar 3 inci. Agar dapat pas, duduk di fork depan
segitiga bagian bawah di buat lebih lebar. Sedang untuk roda bagian belakang
menggunakan pelek monoblok yang sama dengan lebar sekitar 6 inci. Kedua roda
ini masih tetap mempertahankan ukuran roda skydrive standranya yaitu mempunyai
diameter roda ring sebesar 14 inci.
Data modifikasi motor Suzuki Skydrive antara lain : Knalpot sebagai
saluran buang menggunakan dari merek JDM projek. Pada bagian grip menggunakan
Custom mahkota raja dan filter udara di ambilkan dari variasi turbin. Sok
bagian belakang menggunakan variasi dan untuk setang menggunakan merek dari Z
bar custom. Perubahan yang di lakukan cukup sederhana dan simple tanpa
melakukan perombakan secara ekstrem, namun menghasilkan kreasi yang cukup luar
biasa.

0 comments:
Post a Comment - Back to Content