Modifikasi motor yang di terapkan pada Yamaha Nouvo ini
mengusung konsep matik down hill yang memang dirancang seperti sepeda down
hill. Perubahan dengan menggunakan gaya seperti ini tentu akan menyulitkan
untuk senter. Masalah menempatkan posisi mesin agar dapat pas dan cocok memang
menjadi kendala pada Modifikasi motor Yamaha Nouvo ini. Rangka dan kondomnya saja sudah mengalami perubahan total dan
tidak mempunyai ciri motor skubek nouvo. Modifikasi motor Yamaha Nouvo di rasa cukup berat untuk membuat rangka baru. Hal ini di
karenakan dimensi perubahan yang di lakukan sangat langsing dan membuat posisi
engine mounting sangat terbatas penempatannya di rangka utama.
![]() |
| Modifikasi motor Yamaha Nouvo |
Bagian swing arm di buat menyatu dengan
rangka utama. Posisi mesin dan CVT di jepit oleh lengan ayun. Masalahnya adalah
bagaimana caranya agar posisi mesin dan CVT dapat berada di tengah. Posisi
mesin tidak lagi berbentuk horisontal, namun sudah mendekati vertikal. Artinya
jika posisi mesin tidak senter akan menimbulkan masalah saat di gunakan untuk
riding. Setelah melakukan pemasangan beberapa kali, baru dapat di ketahui jika
posisi yang cukup ideal adalah engine mounting. Pegangan mesin di tanam
mendekati tiang jok. Modifikasi motor Yamaha Nouvo untuk bagian mounting di tanam di sebelah kanan dan kiri rangka bagian bawah
agar tetap kuat dan mengurangi getaran.
Rangka motor nouvo ini mengalami
perombakan total. Tidak ada lagi sisa sasis bawaan dari motor. Rangka baru di
buatkan dari bahan pipa kotak dan pelat. Sasis menyatu dengan lengan ayun. Jadi
perombakan motor nouvo in benar-benar mirip dengan sepeda. Bahan sasis di balut
dengan pelat setebal 3 mm dan di bentuk sendiri. Data Modifikasi motor Yamaha Nouvo antara lain : Ban yang asli milik
dari Yamaha Nouvo di ganti dan di ambilkan dari merek Maxxis yang mempunyai
ukuran sebesar 1,40 x 16. Sok di upside down mini trail dan modifikasi motor sok bagian belakang
menggunakan dari merek Barros. Cakram di ambilkan dari produk Nissin.

0 comments:
Post a Comment - Back to Content