Modifikasi Motor British Small Arm ( BSA )

Modifikasi motor yang di terapkan untuk British Small Arm ( BSA ) ini menggunakan aliran cafe racer. BSA gold star 350 cc ini pda jaman dulu merupakan motor untuk ajang balap dan type motor ini adalah motor balap lawas yang masih tersisa. Modifikasi Motor British dengan gaya cafe racer dapat di lihat pada bagian setang yang sudah berubah model jepit. Aslinya model turing yang menempel pada segitiga atas. Pada bagian tangki juga sudah mengalami perubahan, seperti lambung tangki yang sudah di bentuk untuk memudahkan kaki saat melakukan manuver. Hal ini karena footstep sudah model racing, jadi untuk memudahkan manuver saat melibas tikungan. Modifikasi Motor British untuk membentuk coakan pada tangki ini di kerjakan secara manual dan Cuma di ketok dengan menggunakan benda tumpul.

Modifikasi Motor British Small Arm
Modifikasi Motor British Small Arm
Jok atau tempat duduk di buat single sitter model motor balap era jaman dulu, dengan bagian ujung jok yang di buat agak membulat untuk meningkatkan tampilan aerodinamis. Jika melihat teromol bagian depan, sudah di Modifikasi Motor British dengan memberi tambahan corong angin. Hal ini bertujuan agar teromol tidak cepat panas, jadi sepatu rem dapat bekerja dengan baik. Menurut pemilik dari motor ini, Motor BSA ini sebetulnya masih mempunyai dan di lengkapi dengan fairing yang utuh, namun fairing tersebut tercecer dan belum dapat di ketemukan.

Data Modifikasi Motor British (BSA) gold star antara lain : Setang menggunakan model jepit. Jok sebagai tempat duduk sudah di custom terlebih dahulu. Knalpot sebagai saluran buang masih mempertahankan yang asli. Sok belakang juga masih menggunakan yang asli. Footstep atau pijakan kaki sudah di custom. Motor BSA merupakan salah satu bukti jika sudah sejak jaman dahulu, kota jogja merupakan kota yang banyak menghasilkan pembalap. Pemilik dari Modifikasi motor BSA ini adalah satu pelukis asal Jogja yang sudah almarhum dan seorang pembalap pada jamannya dan hingga saat ini motor ini masih di pertahankan oleh ahli waris keluarga.

0 comments:

Post a Comment - Back to Content